Notice: Fungsi add_theme_support( 'html5' ) ditulis secara tidak benar. Anda harus menyampaikan jajaran tipe. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 3.6.1.) in /home/u1069953/public_html/wp-includes/functions.php on line 5835
Ribuan Sapi Tertular PMK, Seluruh Pasar Hewan Tuban Ditutup - Bank Berita

Menu

Mode Gelap
Bank Jatim Sukses Gelar Undian Simpeda Miliaran Rupiah PMK Tuban Makin Menggila, Pemkab Lamban Menangani Ini Bukti Perhutani KPH Jatirogo, Reskrim dan Kejari Tuban Bersatu Wujudkan Hutan Lestari Bupati Tuban Data Usaha Tambang Ilegal, Daerah Rugi Berlipat SIG Bersama 31 BUMN, Menyelenggarakan Pelatihan Bisnis Terapan yang Diikuti 26 Pondok Pesantren di Jawa Timur

Daerah · 8 Jun 2022 00:31 WIB ·

Ribuan Sapi Tertular PMK, Seluruh Pasar Hewan Tuban Ditutup


 PMK PARAH : Pasar hewan di Kabupaten Tuban seluruhnya ditutup. Foto / IST Perbesar

PMK PARAH : Pasar hewan di Kabupaten Tuban seluruhnya ditutup. Foto / IST

bankberita.com, TUBAN – Meningkatnya jumlah hewan ternak yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Tuban, membuat pasar hewan yang berada diwilayah Kabupaten Tuban ditutup. Yakni di wilayah Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding. Pasar hewan wilayah Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek. Serta pasar hewan Desa Sidomulyo, Kecamatan Jatirogo ditutup total hingga 14 hari kedepan.

Penutupan pasar tersebut dilakukan mengingat kasus PMK yang menyebar di Kabupaten Tuban, mengalami peningkatan signifikan selama seminggu terakhir ini. Hal itu dibuktikan dari data yang berhasil dihimpun oleh Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) Pemkab Tuban sejak Rabu 1 juni 2022, hingga Selasa 7 juni 2022.

Data yang berhasil dihimpun dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tuban, sebanyak 772 sapi yang berciri – ciri terjangkit PMK pada Rabu (01/06/2022). Kemudian meningkat jumlahnya menjadi 1.083 sapi pada Kamis (02/06/2022). 1.243 sapi pada Jumat (03/06/2022), 1.357 sapi pada Sabtu (04/06/2022). 1.509 sapi pada Minggu (05/06/2022), 1.763 sapi pada Senin (06/06/2022). Hingga Selasa (07/06/2022) seluruhnya menjadi 1.911 sapi yang dinyatakan sudah tertular.

Sedangkan sapi yang sudah divonis sakit akibat PMK, seluruhnya berjumlah 1.817 sapi dengan rincian, 7 sapi dari wilayah Kecamatan Singgahan, 114 sapi dari wilayah Kecamatan Bangilan, 69 sapi dari wilayah Kecamatan Parengan, 17 sapi dari wilayah Kecamatan Kenduruan, 60 sapi dari wilayah Kecamatan Grabakan, 26 sapi dari wilayah Kecamatan Jenu, 16 sapi dari wilayah Kecamatan Widang, 13 sapi dari wilayah Kecamatan Merakurak.

93 sapi dari wilayah Kecamatan Rengel, 293 sapi dari wilayah Kecamatan Bancar, 183 sapi dari wilayah Kecamatan Montong, 132 sapi dari wilayah Kecamatan Tambakboyo. 62 sapi dari wilayah Kecamatan Senori, 106 sapi dari wilayah Kecamatan Palang. 34 sapi dari wilayah Kecamatan Soko, 74 sapi dari wilayah Kecamatan Plumpang. 80 sapi dari wilayah Kecamatan Semanding, 184 sapi dari wilayah Kecamatan Jatirogo, 244 sapi dari wilayah Kecamatan Kerek.

“Penutupan operasional pasar ini sebagai upaya pengendalian dan penanggulangan virus PMK pada hewan ternak. Nanti kalau kasusnya sudah mereda kemungkinan akan dibuka kembali” tegas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, Arif Yulianto, Selasa (07/06/2022) siang.

Sedangkan penyebab meningkatnya kasus tersebut, lanjut dia, lantaran masih minimnya pengetahuan masyarakat berkaitan penyebaran virus. Sebagian besar masyarakat hanya mengetahui PMK melalui gejala umum yang terjadi pada ternaknya. Kebanyakan mereka belum mengetahui bahwa penularan virus dapat melalui berbagai media termasuk manusia.

Ia menyebutkan bahwa pemilik ternak dapat menjadi media penyebar virus dari hewan yang satu ke hewan lain. Hal ini dapat terjadi jika pemilik ternak sering datang kekandang hewan yang sakit, seperti sekedar melihat sapi milik tetangganya yang positif tertular PMK. Serta ikut membantu menguburkan bangkai sapi yang sudah terinfeksi.

“Harus membatasi interaksi dengan ternak yang sakit, jika terlalu banyak interaksi. Manusia yang berada dalam kandang, berpeluang dapat menyebaran virus kepada ternak yang lain.” pungkasnya.

Untuk diketahui, gejala umum PMK diantaranya sapi mengalami demam, kesulitan bernafas, muncul ruam seperti sariawan disekitar mulut. Bengkak pada daerah kerongkongan disertai sakit tenggorokan yang menyebabkan nafsu makan sapi menurun, nyeri persendian kaki hingga terasa ngilu sehingga sulit untuk digerakkan.

Penutupan pasar hewan ini tentu berdampak pada perekonomian masyarakat. Belum ada pihak dari jajaran Pemkab Tuban yang mempublikasi dampak ekonomi dari penutupan pasar hewan ini. Karena rantai kegiatan ekonomi dari pasar hewan cukup komplek. Mulai pemilik sapi, penjual sapi, tenaga kerja pembantu, hingga warung-warung makan. Termasuk potensi pendapatan daerah dari retribusi. ARIF AHMAD AKBAR

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Solusi Kompleksitas Pemilu Dari Waktu Ke Waktu

30 Juni 2022 - 00:33 WIB

PMK Tuban Makin Menggila, Pemkab Lamban Menangani

23 Juni 2022 - 12:06 WIB

Bupati Tuban Data Usaha Tambang Ilegal, Daerah Rugi Berlipat

15 Juni 2022 - 12:20 WIB

Segelintir Usaha di Tuban Yang Kantongi Andalalin, Siap-siap Bisnis Anda Digulung

8 Juni 2022 - 00:52 WIB

Sudah Habis Miliaran Rupiah, Jembatan Glendeng Kembali Ditutup

24 Mei 2022 - 19:28 WIB

Wujudkan Kerja Aman dan Nyaman, Perhutani KPH Parengan Gandeng Jaksa dan Polisi Supervisi Agroforestry

4 April 2022 - 03:53 WIB

Trending di Daerah