Notice: Fungsi add_theme_support( 'html5' ) ditulis secara tidak benar. Anda harus menyampaikan jajaran tipe. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 3.6.1.) in /home/u1069953/public_html/wp-includes/functions.php on line 5835
Minta Ditutup, Indomaret Remen Dibawakan Buceng Tolak Balak 5 Kuintal - Bank Berita

Menu

Mode Gelap
Bank Jatim Sukses Gelar Undian Simpeda Miliaran Rupiah PMK Tuban Makin Menggila, Pemkab Lamban Menangani Ini Bukti Perhutani KPH Jatirogo, Reskrim dan Kejari Tuban Bersatu Wujudkan Hutan Lestari Bupati Tuban Data Usaha Tambang Ilegal, Daerah Rugi Berlipat SIG Bersama 31 BUMN, Menyelenggarakan Pelatihan Bisnis Terapan yang Diikuti 26 Pondok Pesantren di Jawa Timur

Bisnis · 18 Mei 2022 23:55 WIB ·

Minta Ditutup, Indomaret Remen Dibawakan Buceng Tolak Balak 5 Kuintal


 INDOMARET : Protes warga meminta penutupa waralaba karena dianggap merugikan masyarakat setempat. Foto / IST Perbesar

INDOMARET : Protes warga meminta penutupa waralaba karena dianggap merugikan masyarakat setempat. Foto / IST

bankberita.com, TUBAN – Warga Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Rabu (18/05/2022) malam melakukan aksi protes dengan berdirinya indomaret di desa sempat. Mereka membawa buceng (tumpeng) dengan berat 5 kuintal di halaman mini market tersebut.

Bentuk protes itu dilakukan karena dirasa setelah berdirinya toko modern, membuat pendapatan warga sekitar menjadi menurun drastic. Hal tersebut terjadi lantaran para wisatawan yang hendak menuju wisata Pantai Remen, lebih memilih berbelanja ditoko swalayan dari pada ditoko milik warga.

Selain itu, warga juga menduga pihak pengelola tidak mengantongi izin lantaran warga merasa tidak pernah diajak berembuk. Maupun diberikan sosialisasi sebelum pihak pengelola Indomaret tersebut hendak mendirikan bangunan.

“Ya tiba-tiba ada pembangunan, sedangkan warga sebelumnya tidak merasa mendapat kabar berkaitan pembangunan Indomaret itu. Baik dari Pemerintah Desa (Pemdes) maupun dari pihak pengelola. Tadi Cuma dilaksanakan acara adat, yakni semua pedagang melaksanakan tradisi banca’an tolak balak disepanjang gang dihalaman samping indomart,” terang Rafiul Huda, peserta aksi usai kegiatan.

Dimaksudkan, banca’an tolak balak atau lantunan doa mohon keselamatan dilakukan warga. Untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dijauhkan dari segala bahaya. Termasuk munculnya kesialan, atau kerugian akibat berdirinya Indomaret tersebut.

Masyarakat khawatir, keberadaan toko waralaba itu akan membawa dampak buruk pada perekonomian masyarakat sekitar dalam jangka panjang. Yakni selain bakal mengalami penurunan omzet penjualan, dihawatirkan akan banyak pula pedagang atau warung tradisional yang terancam bakal gulung tikar.

Senada dengan warga, Fahmi Fiqroni mengatakan bahwa pihaknyapun banyak menerima aduan yang sama dari masyarakat. Terutama para pedagang UMKM yang mengeluhkan tentang jarak pendirian bangunan. Serta perilaku pihak pengelola yang terkesan mengabaikan aturan baku yang sudah diundangkan oleh Pemkab.

“Menurut saya dalam hal ini Pemkab harus tegas dan selektif untuk memberikan izin. Harus disesuaikan dengan syarat yang ditentukan didalam Perbup Nomet 19 Tahun 2019. Yakni pendirian minimarket itu harus diatur jaraknya dengan pasar tradisional dan antar minimarket lain. Setahu saya hampir semua minimarket yang baru berdiri memang tidak sesuai Perbup yang ada.” tegasnya.

Menurut dia, jika memang benar – benar Perbup tersebut di jalankan, dipastikan keberadaan minimarket dimasing–masing wilayah akan sangat memberikan manfaat baik dan membantu peningkatan taraf hidup masyarakat sekitar. Seperti kesediaan pihak pengelola menjualkan produk lokal dengan batasan 30 %, menghitung dan mengkaji antara jarak minimarket dengan pasar tradisional.

Roni juga menegaskan, Pemkab Tuban meninjau ulang berdirinya Indomaret di Desa Remen tersebut. Karena terbukti menimbulkan kejolak masyarakat. Jika diperlukan dilakukan penutupan usaha. “Tinjau ulang perizinannya, kalau memang izinnya tidak sesuai harus ditutup. Karena ternyata banyak masyarakat sekitar yang belum tahu saat dimintai tanda tangan pendirian Indomaret,” tegasnya.

Menanggapi kisruh ini, Bidang Perizinan Oprational Wilayah Tuban dan Rembang, Makhrio saat dihubungi melalui ponselnya menyatakan bahwa tudingan tidak memiliki izin atas pendirian Indomaret tersebut tidaklah benar.

“Kita sudah pernah melakukan sosialisasi dilingkungan sekitar namun tidak melibatkan seluruh warga. Perizinan pendirian bangunan yang ditandatangani Kades dan Camat juga ada dokumenya. Serta rekomendasi dari Dinas perdagangan Tuban-pun kami sudah memiliki sejak pertengahan Februari 2022 lalu. Begitupun urusan CSR yang selalu kami berikan 2 persen dari pendapatan bersih setiap Tahunya,” pungkasnya.

Diketahui, aksi serupa juga pernah terjadi di wilayah Kecamatan Bangilan, meski berbeda brand toko waralaba. Warga protes soal perekrutan tenaga kerja lokal yang belum diakomodir dan penggunaan lahan depan mini market untuk usaha UKM masyarakat sekitar ditarif. ARIF AHMAD AKBAR

Artikel ini telah dibaca 97 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bank Jatim Sukses Gelar Undian Simpeda Miliaran Rupiah

6 November 2022 - 12:21 WIB

DPRD Tuban Minta Hentikan Minimarket Bodong dan Tak Sesuai Aturan

20 Mei 2022 - 15:46 WIB

Fahmi Fikroni Roni

SIG Bukukan Pendapatan Tahun 2021 Sebesar Rp. 34,96 Triliun

7 Maret 2022 - 12:08 WIB

SIG

HUT ke-9, SIG Kolaborasi untuk Tumbuh Bersama Demi Kehidupan Berkelanjutan

12 Januari 2022 - 19:24 WIB

Dipimpin Accel, Aplikasi Pluang Raih Pendanaan Tambahan Senilai 55 Miliar Dolar

12 Januari 2022 - 19:03 WIB

Trending di Bisnis