Notice: Fungsi add_theme_support( 'html5' ) ditulis secara tidak benar. Anda harus menyampaikan jajaran tipe. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 3.6.1.) in /home/u1069953/public_html/wp-includes/functions.php on line 5835
Desa Jlodro Digadang-gadang Jadi Desa Durian - Bank Berita

Menu

Mode Gelap
Bank Jatim Sukses Gelar Undian Simpeda Miliaran Rupiah PMK Tuban Makin Menggila, Pemkab Lamban Menangani Ini Bukti Perhutani KPH Jatirogo, Reskrim dan Kejari Tuban Bersatu Wujudkan Hutan Lestari Bupati Tuban Data Usaha Tambang Ilegal, Daerah Rugi Berlipat SIG Bersama 31 BUMN, Menyelenggarakan Pelatihan Bisnis Terapan yang Diikuti 26 Pondok Pesantren di Jawa Timur

Desa · 14 Mei 2022 12:57 WIB ·

Desa Jlodro Digadang-gadang Jadi Desa Durian


 DESA DURIAN : Masyarakat Desa Jlodro saat menanam durian. Foto / Arif Ahmad Akbar Perbesar

DESA DURIAN : Masyarakat Desa Jlodro saat menanam durian. Foto / Arif Ahmad Akbar

bankberita.com, KENDURUAN – Upaya Pemerintah Desa (Pemdes) Jlodro, Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban, dalam meningkatkan taraf hidup perekonomian masyarakat dengan mencanangkan desa penghasil durian.

Sebanyak 1.346 bibit durian jenis duri hitam baru saja selesai ditanam pada beberapa hari lalu. Buah dengan nama latin Durio zibethinus. Memiliki bercitarasa khas, daging dan buah berwarna kuning keemasan, aroma khas, tekstur daging lembut, manis legit, lumer, mempunyai aroma, ukuran biji kecil, serta ketebalan daging yang menjadi kelebihannya. Serta harga jual jenis durian ini tergolong tinggi.

“Kami menggandeng pihak ketiga sebagai penyedia bibit buahnya, seluruhnya sudah selesai ditanam di 3 Blok tanah tegalan lahan pertanian warga yang terletak di Dusun Krajan dan Dusun Ngasem,” kata Kades Jlodro, Suroso, Kamis (12/06/2022) siang.

Menurut dia, di desa yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Rembang, Provinsi jawa tengah tersebut memang layak untuk ditanami durian. Karena tanahnya memiliki kadar PH serta unsur hara yang cocok. Dibuktikan dengan hasil kajian mahasiswa Politeknik Pertanian, serta durian lokal yang selalu berbuah dan dapat dipanen setiap tahunya.

Lanjut dia, dulu berdasarkan riwayat, desa setempat pernah menerima ratusan bibit durian ditahun1980-an. Namun karena kurang diperhatikan dengan serius lantaran masyarakat hanya fokus pertanian pada hasil panen palawija. Menyebabkan tanaman durian tidak terurus dan mati, hingga kini hanya menyisakan sebanyak 22 pohon.

“Program yang kami tawarkan adalah bagi hasil, yakni dari hasil penjualan 100 persen nantinya akan diperuntukan 25% untuk PADes, 25% untuk pemilik tanah, 35 % untuk rekanan dan 15 % untuk warga miskin. Dalam waktu dekat ini kami juga akan melakukan penanaman dilahan milik Perhutani KPH Kebunharjo yang nantinya akan dikelola oleh pesanggem (petani hutan). Perhitungan bagihasilnya yakni pihak perhutani mendapat 20%, untuk LMDH 5%, untuk pesanggem 20%, untuk pemilik 45%, untuk PADes 5%, dan untuk warga miskin 5%.” pungkasnya.

Diketahui, pohon durian tersebut ditanam dengan jarak penanaman 8 meter, selain Desa Jlodro, desa lain yang digadan menjadi desa penghasil buah durian diantatanya adalah Desa Sokogunung. Yang juga sudah ditanami 1000 bibit durian dengan jenis yang sama. ARIF AHMAD AKBAR

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

ADD dan DD Tahun 2022 Tuban Jatim Rp. 410 Miliar

8 Januari 2022 - 12:05 WIB

Trending di Desa